A. Pungtuasi
Pungtuasi yaitu pembubuhan atau penggunaan tanda baca. Fungsi dari pungtuasi itu sendiri yaitu memberi kunci kepada pembaca terhadap informasi yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Contohnya: "Pengujian gas buang mobil baru dilakukan oleh para ilmuwan." Kalimat tersebut dapat menimbulkan beberapa arti berikut ini, yaitu:
⦁ Pengujian gas buang mobil, baru dilakukan oleh para ilmuwan.
⦁ Pengujian gas buang mobil baru, dilakukan oleh para ilmuwan.
Saran: Seorang penulis disarankan menguasai pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
⦁ Pengujian gas buang mobil, baru dilakukan oleh para ilmuwan.
⦁ Pengujian gas buang mobil baru, dilakukan oleh para ilmuwan.
Saran: Seorang penulis disarankan menguasai pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.
B. Diksi
Diksi adalah pemilihan kata dengan tepat. Dalam diksi, harus dibedakan antara makna denotatif dengan makna konotatif, kata standar dengan nonstandar, dialek dengan bahasa umum, kata tunggal dengan idiom, frasa dengan idiom, dan kata umum dengan istilah. Makna denotatif adalah makna yang sudah digariskan dalam kamus bahasa. Jadi, mengarah pada makna konseptual. Adapun makna konotatif adalah makna yang asosiatif atau makna yang menimbulkan banyak arti.
Dalam penulisan ilmiah, perlu dihindari kata-kata yang bersifat nonstandar, jadi harus mementingkan kosa kata baku. Contoh:
- aktif lebih baik daripada aktip
- diagnosis lebih baik daripada diagnosa
- gue (dialek) saya (umum)
- ganteng(dialek) tampan (umum)
- kepala(kata tunggal) keras kepala (idiom)
- kata umum : teknologi, ilmu (dipakai di semua bidang)
- kata khusus : wi-fi, wimax (bidang teknologi)
- Review Monitor freon
C. Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun untuk mencapai daya informasi yang tepat dan baik. Kalimat dikatakan efektif apabila didukung oleh:- Kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis
- Keparalelan, untuk tujuan efektivitas tertentu
- Ketegasan dalam menonjolkan pikiran utama
- Kehematan dalam pilihan kata
- Kevariasian dalam penyusunan kalimat
- Setiap kalimat mayor harus memiliki subyek dan predikat. Contoh:
- Kemajuan teknologi memerlukan dukungan pemerintah. Kalimat tersebut memiliki Subjek, Predikat dan Objek, yaitu fungsi Subjek diisi oleh kata kemajuan teknologi, fungsi Predikat diisi oleh kata memerlukan, dan fungsi Objek diisi oleh frasa dukungan pemerintah.
- Ide pokok harus terdapat dalam induk kalimat. Contoh:
- Pemerintah mulai memblokir situs porno ketika masyarakat mulai melek internet. Ide pokok dari kalimat tersebut adalah pemerintah mulai memblokir situs porno. Apabila ide pokok yang dimaksud adalah masyarakat mulai melek internet maka kalimat di atas menjadi berikut ini. Masyarakat mulai melek internet ketika pemerintah mulai memblokir situs porno.
- Penggabungan kalimat dengan kata hubung dan atau kata yang (kata dan untuk menghasilkan kalimat yang setara, sedangkan kata yang untuk menghasilkan kalimat dengan klausa bertingkat). Contoh:
- Pengambilan data berlangsung selama sebulan. Pengambilan data dimulai pada 2 Januari 2010. Kalimat di atas digabung menjadi kalimat berikut ini. Pengambilan data yang berlangsung selama sebulan dimulai pada 2 Januari 2010. atau Pengambilan data berlangsung selama sebulan dan dimulai pada 2 Januari 2010.
Keparalelan Keparalelan adalah penggunaan bentuk-bentuk bahasa atau konstruksi bahasa yang sama dalam susunan serial, dapat juga dikatakan sebagai kesejajaran pengungkapan ide-ide dalam suatu kalimat. Contoh:
- Penggunaan metode deskriptif dan pemakaian alat bantu rekam merupakan karakteristik penelitian etnografi.
- Tahap menyusun makalah meliputi merencanakan, mengambil data, menganalisis, menyimpulkan, dan menyusun laporan. Kalimat pertama mengandung makna proses yang ditandai dengan imbuhan pe-an pada kata penggunaan dan pemakaian demikian juga kalimat kedua yang menggunakan imbuhan me- untuk menyatakan proses.
- Meletakkan bagian yang penting pada awal kalimat, contoh:
- Pengumpulan data penelitian mengunakan teknik observasi dan wawancara. atau Teknik observasi dan wawancara digunakan dalam pengumpulan data penelitian.
- Mengulang gagasan yang penting, contoh:
- Makalah ini terdiri atas beberapa bab, yaitu bab pendahuluan, bab kajian teori, dan bab kesimpulan.
- Mempertentangkan gagasan. Contoh:
- Laporan tugas akhir ini tidak diperbaiki secara parsial, tetapi total dan menyeluruh.
- Menekankan gagasan yang penting dengan partikel –lah. Contoh:
- Mahasiswalah yang harus aktif di kelas.
- Menghindari pengulangan subyek kalimat. Contoh:
- Data diambil selanjutnya data dianalisis. (ada pengulangan Subyek) Data diambil selanjutnya dianalisis. (tanpa pengulangan Subyek)
- Menghindari pemakaian hipernim. Contoh:
- Penyebaran angket akan dimulai pada tanggal 30 bulan September tahun 2010. Kalimat di atas diperbaiki sebagai berikut. Penyebaran angket akan dimulai pada 30 September 2010.
- Menghindari pemakaian kata penghubung yang berlebihan. Contoh:
- Walaupun membutuhkan waktu yang panjang, tetapi penelitian ini selesai juga. Walaupun membutuhkan waktu yang panjang, penelitian ini selesai juga.
- Menghindari pemakaian kata-kata yang memiliki makna sama. Contoh:
- Pengumpulan data menggunakan sampel dilakukan agar supaya mempercepat penelitian. Kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi berikut ini:
- Pengumpulan data menggunakan sampel dilakukan agar mempercepat penelitian.
- Pengumpulan data menggunakan sampel dilakukan supaya mempercepat penelitian.
- Variasi penggunaan kata. Contoh:
- Bab pembahasan membahas hasil analisis data. (monoton)
- Bab pembahasan memaparkan hasil analisis data.(variatif)
- Variasi dalam pembukaan kalimat. Contoh:
- Dari sebuah laboratorium sederhana munculah konsep perancangan robot. Ketika sinyal mati, komunikasi terputus.
D. Latihan
Perbaiki kalimat-kalimat teks di bawah sehingga menjadi kalimat-kalimat yang efektif, termasuk yang menyangkut segi bentuk dan kosa kata, segi struktur dan kelogisan!
Perubahan pengertian dan pandangan yang mengenai energi mulai terjadi sejak dari tahun 1974. Perubahan itu muncul disebabkan oleh karena berbagai kajian yang mendalam tentang keberadaan sumber energi. Banyak para ahli yang semula menganggap bahwa besarnya sumber energi merupakan komoditi yang tak terbatas. Setelah melakukan pengkajian yang mendalam ternyata tidak demikian. Peristiwa ini disebut dengan sebutan “kemelut energi”.
No comments:
Post a Comment