Begitu berartinya waktu dalam kehidupan
kita. Islam telah memberikan gambaran yang utuh tentang memuliakan waktu,
karakteristik waktu dan rahasia manajemen waktu nabi. Dalam Al-Qur’an, Allah
telah menempatkan waktu pada posisi yang sangat tinggi. “Dan mereka berkata”
kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup,
dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan waktu
yang dilalui oleh alam).” (QS Al-Jaatsiyah: 24).
Waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin,
waktu merupakan sarana untuk melakukan dan menyelesaikan banyak hal. Dalam
Al-Qur’an waktu benar-benar dimuliakan sampai-sampai banyak sumpah atas nama
waktu. Misalnya “Demi waktu” dalam QS Al-Ashr, “Demi waktu saat matahari naik
sepenggalah” dalam QS Adh-Dhuhaa. Setiap orang harus bisa menghargai waktu.
Waktu adalah modal bagi seorang hamba sebagaimana dikatakan oleh Imam
al-Ghazali.
Waktu harus digunakan sebaik-baiknya. Jika
tidak, maka akan menyesal di kemudian hari. Penyesalan memang tidak datang di
awal namun di akhir. Sehingga kebanyakan manusia lalai terhadap waktu. Banyak
waktu yang terbuang sia-sia. Banyak orang berkata” andaikan aku punya banyak
waktu lebih pasti aku bisa menyelesaikan tugas ini”. Statement tersebut sebagai
bentuk bahwa orang tersebut tidak menghargai waktu yang dimiliki. Ketika ada
waktu luang mereka lebih suka berleha-leha.
Sedangkan ketika waktu mendesak dia bilang
tidak ada waktu lagi untuk mengerjakan hal tersebut. Setiap orang dibekali
waktu 24 jam dalam sehari. Namun ada yang mengoptimalkan waktu tersebut dan ada
orang yang merugi karena waktunya hanya digunakan untuk main-main, berbicara
yang tidak perlu, tidur-tiduran, dan bermalas-malasan. Buku ini memberikan
panduan agar pembaca tidak termasuk orang yang merugi lantaran tidak bias
mengatur waktu dengan baik.
Satu di antara karakteristik waktu adalah
cepat berlalu, “Dan (ingatlah) akan hari (yang waktu itu) Allah mengumpulkan
mereka (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah tinggal (di
dunia) melainkan sesaat saja di siang hari (yang waktu itu) mereka saling
berkenalan” (QS Yunus: 45).
Waktu bergulir dengan cepatnya, sekarang
kita masih kuliah tiba-tiba kita sudah bekerja, kemudian menikah, dan sudah
menjadi kakek-nenek. Waktu ibarat anak panah yang melesat dengan cepatnya.
Waktu yang lewat tak pernah kembali. Banyak orang berpikir bahwa ketika kita
melakukan kesalahan di usia muda, akan bertaubat jika usianya sudah tua. Dia
optimis masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di usia tua. Namun
tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada seorang pun yang tahu sampai kapan ia hidup.
Waktu adalah harta yang sangat mahal. Waktu
lebih mahal dari uang. Hasan Al-Banna mengatakan suatu nasihat bahwa “waktu
adalah kehidupan”. Jangan sampai usia kita hanya kita manfaatkan untuk tidur
dan bermalas-malasan. Lakukan aktivitas positif untuk menghargai waktu. Kita
diberi waktu sama tapi pemanfaatan terhadap waktu seseorang berbeda.
Ada tujuh poin rahasia manajemen waktu Nabi Muhammad. Dalam waktu 23 tahun beliau telah membuat perubahan besar di
Jazirah Arab. Hal ini terjadi lantaran bagusnya manajemen waktu Sang Manusia
Teladan itu.
Rahasia
pertama adalah shalat fardhu sebagai ajang
membentuk watak dan tonggak ritme hidup. Umat muslim telah membuat pemilahan
waktu dalam sehari dengan jelas. Umat Islam punya kelebihan di banding umat
lain. Ketika kita janjian dengan teman sering kita melibatkan waktu-waktu
shalat. Misalnya kita pergi habis Zhuhur ya…Hanya umat Islam yang memiliki trik
manajemen waktu sehingga aktivitas kita dapat terprogram dengan baik.
Rahasia
kedua adalah berpola pikir investasi,
anti-manajemen waktu instan. Maksud dari kalimat tersebut adalah jangan
mengelola waktu dengan instan karena hal tersebut akan membuat kita malas dalam
berproses. Persiapkan segala hal untuk masa depan kita. Sehingga kita dapat
memetik hasilnya di kemudian hari.
Rahasia
ketiga adalah terus produktif, jangan biarkan waktu
terbuang percuma. Kemudian rahasia selanjutnya adalah gunakan aji mumpung.
Rahasia kelima adalah jauhi sikap menunda-nunda. Rahasia keenam adalah cepat,
tapi jangan tergesa-gesa. Kemudian rahasia terakhir adalah rutin melakukan
evaluasi.
Buku ini direkomendasikan bagi siapa saja
yang masih bingung dalam hal manajemen waktu atau bahkan orang yang sudah baik
dalam mengelola waktu dan ingin terus mempertahankannya. Buku yang sangat
memotivasi pembaca untuk tidak membiarkan waktu terbuang sia-sia. Dikupas
secara tuntas tentang manajemen waktu yang telah diajarkan Nabi Muhammad dengan
bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga mudah dinikmati pembaca. Di
dalamnya juga menyajikan contoh-contoh peristiwa yang sering kita alami dalam
kehidupan sehari-hari. Sehingga pembaca langsung bisa mencerna maksud dari buku
ini. Sangat memotivasi
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2013/09/20/39588/membongkar-rahasia-7-manajemen-waktu-nabi-muhammad/#ixzz2khxri0bZ
10 Tips Manajemen Waktu yang Baik
Anda mungkin telah pernah mengikuti
seminar mengenai manajemen waktu, dan mungkin anda sudah sering membaca buku
untuk mempelajari bagaimana cara mengatur waktu dengan baik. Anda mungkin juga
telah membuat serangkaian perencanaan di buku atau bahkan gadget yang khusus
untuk mengatur jadwal anda. Tapi apakah Anda benar-benar membutuhkan semua
gadget dan buku itu? Apakah Anda tidak bisa mengatur pekerjaan Anda tanpa
alat-alat itu?
Jawabannya sangat sederhana. Semua
hal peralatan dan gadget yang Anda pakai untuk mengorganisir waktu Anda tidak
akan berguna. Sebelum Anda bisa mengatur waktu Anda, Anda sendiri harus
memahami arti dari waktu. Dalam kamus waktu dijelaskan sebagai sebuah periode
atau titik dimana suatu hal terjadi.
Ada dua jenis waktu, waktu pada jam
dan waktu sebenarnya (waktu nyata). Dalam waktu pada jam, ada 60 detik dalam
satu menit, 60 menit dalam satu jam, dua puluh empat jam dalam sehari dan 365
hari dalam setahun. Waktu ini berlalu sama cepatnya. Saat seseorang berusia 50,
mereka benar-benar berusia 50. Tidak ada yang kurang ataupun lebih.
Dalam waktu sebenarnya atau waktu
nyata, semua waktu itu relatif. Waktu bisa berlalu tergantung dengan apa yang
Anda lakukan. Dua jam dalam sebuah pabrik motor bisa terasa seperti dua belas
tahun. Dan dua belas tahun masa kanak-kanak anda bisa terasa seperti dua jam
saja.
Jenis waktu yang mana yang mewakili
Anda di kehidupan Anda?
Alasan mengapa semua gadget,
peralatan dan sistem pengaturan waktu yang Anda gunakan tidak akan berhasil
adalah karena semua sistem dan gadget yang Anda miliki itu hanya mengatur waktu
pada jam. Waktu pada jam tidak relevan. Anda tidak tidak memiliki akses pada
waktu tersebut. Anda hidup di waktu yang nyata, sebuah dunia dimana waktu berjalan
begitu cepat saat Anda bahagia, dan terasa begitu lambat saat Anda melakukan
hal yang tidak Anda suka.
Berita baiknya adalah bahwa waktu
nyata itu terkait dengan mental dan pola pikir. Anda dapat menciptakannya.
Apapun yang dapat Anda ciptakan, pasti dapat anda atur. Ini saatnya untuk
membuang segala jenis sabotase diri, dan pembatasan diri. Tidak ada lagi alasan
“tidak memiliki waktu yang cukup” atau “hari ini bukanlah waktu yang
tepat” untuk memulai suatu hal.
Hanya ada tiga cara untuk
menghabiskan waktu: berpikir, bercakap-cakap, melakukan sesuatu. Terlepas dari
tipe bisnis yang Anda jalani saat ini, bisnis Anda tidak akan terlepas dari
ketiga hal ini.
Sebagai seorang pengusaha, waktu
yang Anda miliki pasti akan sering terbagi. Saat Anda tidak bisa menghilangkan
interupsi-interupsi itu, Anda harus mempertimbangkan berapa banyak waktu yang
harus Anda luangkan untuk interupsi tersebut, dan berapa banyak waktu yang
harus anda luangkan untuk berpikir, berinteraksi dengan orang lain, dan
mengambil tindakan untuk kesuksesan bisnis Anda.
Praktekan ke-sepuluh teknik di bawah
ini untuk menguasai pengaturan waktu Anda!
- Bawalah jadwal, dan ingatlah
seluruh isi pemikiran Anda, percakapan, dan kegiatan yang harus Anda
lakukan selama seminggu. Ini akan membantu Anda untuk memahami berapa
banyak hal yang dapat Anda selesaikan dalam satu hari, dan kapan
waktu-waktu berharga Anda akan berlalu. Anda akan dapat melihat berapa
banyak waktu yang Anda luangkan untuk mencapai hasil, dan berapa banyak
waktu yang telah Anda buang untuk kegiatan-kegiatan yang tidak produktif.
- Segala kegiatan dan percakapan
yang penting untuk kesuksesan Anda harus ada jangka waktunya. List
pekerjaan Anda akan bertambah sangat banyak jika Anda mengisinya dengan
hal-hal yang tidak bisa dikerjakan. Buatlah jadwal untuk diri Anda sendiri
dimana Anda bisa meluangkan waktu untuk berpikir dan melakukan hal-hal
yang produktif bagi diri Anda. Lakukanlah hal ini secara disiplin.
- Rencanakanlah setidaknya 50%
dari waktu yang Anda miliki untuk menghasilkan hal yang produktif.
- Rencanakanlah waktu untuk
beristirahat, menarik diri dari semua kesibukan yang Anda miliki.
- Luangkan 30 menit pertama
setiap harinya untuk merencanakan hari Anda. Jangan memulai aktivitas Anda
sebelum Anda selesai merencanakannya. Saat yang paling penting dalam hari
Anda adalah saat dimana Anda merencanakannya.
- Luangkan waktu selama 5 menit
untuk setiap undangan dan keputusan yang harus Anda datangi dan Anda
ambil. Ini akan membantu Anda memperlihatkan prioritas yang harus
diutamakan, dan membuat Anda merasa bahwa waktu tidak berlalu begitu
cepat. Luangkan pula 5 menit setelah aktivitas atau keputusan yang Anda
ambil untuk menentukan apakah target yang Anda tentukan hari ini tercapai
atau tidak. Apakah ada yang terlewat, atau tidak.
- Jangan ragu-ragu untuk menolak
interupsi dari siapapun juga saat Anda benar-benar harus mengerjakan
sesuatu sampai selesai.
- Berlatihlah untuk tidak
mengangkat semua telepon yang masuk, atau mengecek e-mail yang masuk hanya
karena handphone Anda berdering. Matikanlah koneksi telepon Anda. Jangan
berikan perhatian Anda secara mudah kepada orang lain kecuali hal itu
benar-benar krusial dalam bisnis Anda. Jika hal itu benar-benar menentukan
bisnis Anda kedepannya, Anda malah harus menyediakan jadwal khusus untuk
meladeninya.
- Blokirlah semua hal yang tidak
berhubungan dengan pekerjaan seperti Facebook dan sosial media yang lain,
kecuali Anda menggunakan hal itu untuk membantu bisnis Anda.
- Ingatlah bahwa mustahil untuk menyelesaikan semuanya. Dan ingatlah bahwa hal yang baik adalah membuat dua puluh persen kegiatan Anda menghasilkan delapan puluh persen dari hasil anda.
Manajemen Waktu
1. Management Waktu
1.a. Mengapa Waktu Harus di Manage
???
Pentingnya me-manage waktu :
1) Agar dapat mencapai
tujuan hidup saya
Modal waktu setiap manusia adalah sama,
yang berbeda adalah cara mengisi waktunya. Orang yang sukses akan mengisi
waktunya dengan sesuatu yang tidak disukai oleh orang yang gagal. Maka makna
dari suatu waktu akan tergantung dengan apa kita mengisi waktu tersebut.
2) Agar dapat
menunaikan hak-hak orang lain yang ada dalam diri saya
Allah
memiliki hak atas diri kita, orang tua memiliki hak atas diri kita, muslim lain
memiliki hak atas diri kita, keluarga kita memiliki hak atas diri kita, tubuh
kita memiliki hak atas diri kita. Seorang Muslim adalah orang yang dapat
menunaikan seluruh hak-hak tersebut diatas.
1.b. Prinsip-prinsip
Dasar Pemanfaatan Waktu
· Disiplin
Waktu.
Yaitu ketepatan
waktu dalam kehadiran dan penyelesaian tugas.
o Ketidak disiplinan
waktu adalah sumber kegagalan
o Ketidak disiplinan
waktu akan membebani orang lain
· Meningkatkan Kualitas
Pengisian Waktu
Cobalah
selalu bekerja lebih keras. Kita bisa meningkatkan hasil antara 10 hingga 15 %
dengan melakukan usaha sedikit lebih. Jika Anda berencana untuk membaca
sejumlah halaman tertenu atau bekerja hingga jam tertentu, Anda bisa memaksa
diri melakukan sesuatu lebih sedikit dari itu. Kebiasaan ini dapat meningkatkan
produksi dan membantu keberhasilan. Karena tugas selalu lebih banyak dari waktu
yang tersedia, kebiasaan ini bisa membuat kita lebih produktif dan
menguntungkan.
· Jangan tangguhkan pekerjaan
hingga esok
Jika
Anda menangguhkan suatu pekerjaan, tugas Anda akan bertimbun. Anda tidak tahu
apakah yang akan terjadi pada esok hari. Adalah sesuatu yang melegakan jika
Anda memulai kerja hari ini tanpa ada pekerjaan kemarin yang masih tertinggal.
Latihan yang baik adalah melakukan tugas dengan serta merta jika tugas itu
hanya 5 menit atau kurang. Jika tugas itu lebih dari 5 menit, jadwalkan menurut
prioritasnya. Coba bayangkan Anda dapat melakukan dua belas tugas dalam satu
jam. Jika ada sepuluh orang seperti Anda dalam organisasi, efektivitas tugas
Anda sungguh menakjubkan.
· Prioritas Waktu
Jika ada lebih dari satu schedule task yang harus dikerjakan
dalam satu waktu apa yang harus kita lakukan ? Berikut ini arahan-arahan dalam
memilih prioritas waktu :
Ø Prinsip Patero 80/20
Bahwa 80% dari nilai suatu kelompok kegiatan
biasanya hanya terpusat pada 20% saja dari seluruh kegiatan tersebut.
Bila
anda memiliki sebuah daftar pekerjaan harian yang berisi sepuluh pekerjaan,
maka berarti anda dapat berharap untuk memperoleh efektifitas sebesar 80%
dengan hanya berhasil menyelesaikan dua hal yang paling penting dari daftar
anda !
Ø Di
mana kekuatan Anda lebih dibutuhkan
Kita
biasanya bekerja bersama TIM. Maka kajilah pada TIM yang mana kekuatan Anda
lebih dibutuhkan. Lalu perkuatlah kekuatan TIM yang (terpaksa) Anda tinggalkan
(secara psikologi atau Anda dapat meminta tugas-tugas yang dapat Anda
selesaikan untuk meringankan beban TIM yang Anda tinggalkan)
INGAT
!!!! Aktivitas manapun yang Anda pilih; Anda tetap tidak boleh melalaikan
aktivitas lain yang Anda tinggalkan !
· Multi Tasking : Memanfaatkan
waktu yang terluang
Bagaimana waktu berlalu ??? (simulasi)
Apa yang Anda lakukan pada
menit-menit yang terluang, yaitu waktu yang Anda sebut sebagai waktu lebih?
Adakah Anda sadar bahwa buku-buku dapat dihasilkan, Qur’an dan Hadis dapat
dihafal sepenuhnya?
Waktu yang terluang itu mungkin beberapa
menit sewaktu menunggu. Apakah anda menamakan waktu yang terluang ini sebagai
waktu yang kreatif? 15 menit sehari bermakna sebelas hari setahun, 30 menit
sehari bermakna 22 hari setahun.
Simulasi :
BERHARGANYA WAKTU YANG BERLALU : Kita semua tentu memiliki suatu
keinginan untuk mengerjakan suatu aktivitas tertentu yang mungkin selama ini
belum dapat kita laksanakan dengan alasan kita tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya.
Tetapi bayangkan, jika Anda memiliki waktu
kosong selama 260 jam dalam setahun, aktivitas apa saja yang ingin Anda
kerjakan selama waktu tersebut ?
(Mintalah peserta untuk membayangkan dan menuliskannya)
Anda akan dapat menyelesaikan
kegiatan-kegiatan yang besar dalam jangka waktu seperti itu: Anda dapat
· Menghafal
sebagian besar ayat-ayat Qur’an
· Mempelajari
teknik-teknik membaca cepat
· Memperoleh
keterampilan khusus
· Membuat
lingkungan Anda paling indah untuk dilihat
· Mempelajari
bahasa asing
· Menulis
buku
Darimanakah Anda dapat memperoleh waktu 260 jam
tersebut ?
Sebagai contoh, dengan mengabaikan satu jam pada setiap hari
bekerja, Anda memperoleh 260 jam setahun atau sama dengan 32 hari bekerja
penuh.
BAGAIMANA WAKTU BERLALU : Renungkanlah aktivitas rutin yang Anda
kerjakan setiap hari lalu tuliskanlah beserta waktu yang Anda gunakan untuk
mengerjakan aktivitas tersebut (Terutama aktivitas-aktivitas kosong, seperti
menunggu kedatangan guru dikelas, menunggu waktu masuk sekolah, dll). Jika
sudah, kalikan setiap waktu tersebut dengan 356. Itulah waktu yang Anda
perlukan dalam setiap tahun untuk mengerjakan aktivitas tersebut.
1.c. Mengisi Waktu
1.c.i. Untuk apa saja waktu kita gunakan ?? (mungkin
seperti ini 
1. Ibadah dan
peningkatan ketaqwaan
2. Penunaian hak-hak
keluarga
3. Belajar. Belajar
dari apa sih ??? Apakah
hanya pelajaran sekolah saja ???
4. Aktivitas di KRM
5. Penunaian hak-hak
tubuh dan istirahat. Bentuk istirahat yang baik itu bagaimana sih?
1.c.ii. Bagaimana cara memaksimalkan pemanfaatannya ??
1. Ibadah –
peningkatan ketaqwaan
- Hadirkan ikhlas dan khusyu dalam ibadah. Inilah sumber kualitas dan buah
dari ibadah
- Biasakan beribadah secara
berjama’ah (shalat secara berjama’ah, berada di lingkungan ahli ibadah, dll). Hal ini akan lebih memotivasi dan menjaga keimanan diri
- Lakukan musyaratah dalam beribadah,
sehingga amalan kita terpelihara. Siapkan “amunisi” agar mudah menggunakannya
disaat luang
- Selalu alokasikan
waktu secara rutin untuk mempelajari al-Islam. Ilmulah pembangkit amal.
- Pastikan untuk
setiap hari menyisihkan sebagian waktu untuk berpikir (muhasabah), mengadakan
refleksi dan membuat rencana (musyaratah). Barangkali, salah satu alasan
mengapa anda sedemikian sibuk adalah bahwa anda tidak mengambil waktu untuk
merencanakan.
- Jadikan setiap aktivitas kita menjadi ibadah dengan cara :
1. Niatkan karena Allah (biasakan memulai dengan do’a)
2. Jangan melakukan
yang haram atau bid’ah
2. Penunaian hak-hak
keluarga
- Perbagus akhlak !!!
Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan akhlak yang buruk. Gembirakan orang
tua dan keluarga dengan akhlak yang baik. Tip-tipsnya lihat Birrul Walidain.
- Sering-sering
memberi perhatian kepada anggota keluarga yang lain. Jadilah pribadi yang
hangat.
3. Belajar :
- Belajarlah secara berkelompok
dan manfaatkan keberadaan senior. Jangan membiarkan
waktu terbuang hanya untuk memusingkan suatu soal
- Ketahui prioritas yang dipelajari (cari soal-soal contoh tahun lalu)
Ingat prinsip 80-20.
- Manfaatkan
metode-metode Quantum Learning untuk mengi-ngat,
membaca dan mencatat.
- Mulai belajar dari materi yang sulit baru yang mudah. Karena di awal
tubuh kita masih segar untuk memperlajari materi yang sukar.
- Banyak cari tahu cara belajar orang lain.
- Yang dipelajari di bangku sekolah hanyalah sebagian dari yang harus kamu
pelajari untuk menjalani hidup kelak. Maka, beraktivitaslah di ROHANI untuk
mendapatkan pelajaran yang tidak kamu pelajari di bangku sekolah
- Beradalah di lingkungan orang-orang yang berprestasi !
4. Aktivitas di ROHANI
- No comment. It’s our world man !!!!
5. Penunaian hak-hak
tubuh dan istirahat
- Istirahat tidak
harus selalu tidur. Yang penting adalah re-kreasi, yaitu kita menjadi segar
kembali untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya.
- Orang dapat
ber-re-kreasi dengan melakukan hobi. And remember : ROHANI,
Bertualang dalam berbagai pengalaman. Tapi yang penting : usahakan re-kreasi
yang bermanfaat.
- Hak-hak tubuh
meliputi : gizi yang cukup (jangan telat makan
!), istirahat yang cukup dan olahraga yang cukup
1.d. Cara Scheedulling Waktu
1. Turunkan tujuan
hidup kamu (baik skala jangka panjang atau menengah)
2. Turunkan misi apa
saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan hidup kamu itu. Kalau bisa
temukan cara terbaik menyelesaikan misi tersebut.
3. Tentukan kapan saja
misi itu harus sudah terlaksana (dalam domain waktu) :
Cara-cara scheeduling domain waktu :
o Penjadwalan waktu
mingguan :
Catat tujuan terpenting yang harus dicapai
selama minggu tersebut.
PERENCANAAN MINGGUAN
Waktu
|
Senin
|
Selasa
|
Rabu
|
Kamis
|
Jum’at
|
Sabtu
|
8.00
|
||||||
8.30
|
||||||
……
|
||||||
5.00
|
||||||
5.30
|
Tujuan no. 1 :
_____________________________________________
Minggu ke :
______________________________________________
o Penjadwalan aktivitas harian : Menentukan aktivitas apa saja yang
harus diselesaikan hari ini
“Tuliskan enam tugas yang
paling penting yang harus anda lakukan besok pagi dan berilah nomor urut
berdasarkan urutan kepentingannya. Masukkan kertas ini ke dalam saku anda dan
besok pagi, hal pertama yang harus anda kerjakan adalah melihat pada tugas
pertama dan segeralah mulai mengerjakannya sampai selesai. Kemudian kerjakan
tugas kedua dan seterusnya. Lakukan hal ini sampai waktu pulang tiba dan jangan
perduli apakah anda hanya dapat menyelesaikan satu atau dua tugas saja.
Selanjutnya pada daftar baru untuk hari esoknya, cantumkan hal-hal yang belum
terselesaikan di urutan paling atas dan tambahkan tugas-tugas penting yang
berikutnya pada daftar tersebut sampai anda memiliki enam tugas lagi yang
paling penting pada daftar harian anda. Dengan cara ini anda hanya akan selalu
mengerjakan tugas yang penting-penting saja.
Berikan
prioritas terhadap pekerjaan yang pokok.
Contoh :
1. Tujuan hidup saya
jangka menengah : (6 bulan ini)
a. Lulus dari semester
ini dengan rangking termasuk dalam 10 besar
i. Saya harus berusaha
mengerjakan sebanyak mungkin soal-soal MT dan IPA
ii. Saya harus belajar
Quantum Learning sebagai modal saya
untuk menghafal materi-materi mata pelajaran hafalan
b. Tetap terbimbing
dalam jalan Islam
i. Saya harus mendapat
lingkungan yang Islami (Kharisma, ROHANI, DT, dll)
ii. Dalam seminggu
saya harus meluangkan waktu minimal 2 jam untuk mempelajari Islam (mentoring,
mendengar khutbah, dll)
c. Melancarkan
kemampuan saya berbahasa Inggris
i. Jika orang tua saya
berkecukupan, saya ingin les bahasa Inggris
ii. Jika tidak saya
harus menciptakan lingkungan yang membiasakan berbahasa Inggris atau karena
saya memiliki alumni saya akan sesering mungkin mengajaknya berbahasa Inggris
atau saya meminjam saja buku-buku berbahasa Inggris.
d. Telah memiliki
berbagai pengalaman berorganisasi agar mampu memimpin dan bekerjasama dengan
orang lain => bekal saya untuk kerja kelak.
e. Saya harus memilih organisasi dimana saya dapat mencurahkan
kemampuan saya sebaik mungkin.
1.e. Sebuah Renungan tentang Waktu
1. Bagaimana saya
memboroskan waktu saya ? Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau
mengurangi pemborosan waktu dimasa mendatang ?
2. Bagaimana saya
memboroskan waktu orang-orang lain ? Waktu siapakah yang saya boroskan ?
Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya hal ini ?
3. Kegiatan-kegiatan
apakah yang kini saya lakukan yang dapat dikurangi, dihilangkan atau diberikan
untuk dikerjakan oleh orang lain ?
4. Apakah yang
dilakukan orang lain yang memboroskan waktu saya? Apakah ada sesuatu yang dapat
dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan kejadian-kejadian di masa
mendatang? Bila demikian apakah itu ?
5. Apa saja yang telah saya lakukan secara mendesak tetapi tidak
penting artinya ?
6. Apakah yang saya lakukan yang mempunyai arti penting dipandang dari
segi tujuan-tujuan saya?
7. Apakah saya
mempergunakan waktu saya untuk mengejar hal-hal yang penting bagi diri saya?
Bila tidak, mengapa? Bila ya, bagaimana ?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat
memberikan kepada anda banyak gagasan-gagasan yang akan memungkinkan anda dapat
mempergunakan waktu anda secara lebih baik lagi
1. Cara Management Waktu
Bagian 1 : Menjaga amanah waktu
Al-Ashr : setiap waktu harus digunakan untuk meningkatkan iman,
meningkatkan amal shaleh, nasihat-menasihati dalam menaati kebenaran dan
nasihat-menasihati dalam menetapi kesabaran
Bagian 2 : Menyikapi waktu
“Barang siapa yang hari ini sema dengan hari
kemarin maka dia termasuk dalam orang-orang yang merug” (H.R.
Dailami)
Bagian 3 : Kiat Praktis Manajemen Waktu
- Biasakan tertib dan teratur :
- Tahu dan taat aturan
- Tertib mengambil dan menyimpan
- Selalu rapih dan bersih
- Segalanya mudah dikenal
- Lalu lintas lancar
- Selalu terencana :
- Harus ada target
- Rencana cadangan
- Disiplin dalam rencana
- Program harus adil
- Biasa dengan data dan informasi
akurat :
- Selalu jelas dan akurat
- Bukan tahu tapi paham
- Sedia peralatan dan perlengkapan
memadai :
- Belilah sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan
- Awali tahu aturan pakai
- Pergunakan oleh ahlinya
- Ready to Combat
- Siapkan cadangan
- Rawat berkala
- Jangan menunda dan mengulur waktu
- Selalu tepat waktu
- Biar cepat dan ringkas asal selamat
- Buat standar waktu
- Berlatih agar gesit dan tangkas
- Biasakan Check and Recheck
- Buatlah Check List
- Re check
- Waspadai pencuri waktu
- Obrolan sia-sia
- Acara TV dan radio
- Hobby tiada arti
- Keisengan dan kesenangan tiada arti
- Lamunan sia-sia
- Hati yang busuk
I. Menyibukkan Diri setiap Waktu pada
Aktivitas yang Memberikan Manfaat Terbesar di Akhirat
Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Hasyr:18)
“Demi masa. Sesungguhnya
manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat menasehati dalam mentaati
kebenaran dan kesabaran” (Al Ashr:1-3)
Menjaga amanah waktu : Penafsiran Abdullah Gymnastiar mengenai surat Al-Ashr : “Setiap waktu harus digunakan untuk
meningkatkan iman, meningkatkan amal shaleh, nasihat-menasihati dalam menaati
kebenaran dan nasihat-menasihati dalam menetapi kesabaran”
“Sebesar-besar keuntungan di dunia
adalah menyibukkan dirimu setiap waktu pada aktivitas yang akan memberikan
manfaat paling banyak di hari akhir. Menyia-nyiakan waktu dapat memutusmu dari
Allah dan hari akhir, sedangkan kematian memutusmu dari dunia dan penghuninya.”
(Ibnu Qayyim al-Jauziyah)
Umur adalah mutiara indah yang
tidak ternilai maka hendaklah umur itu disimpan dalam lemari yang abadi di
akhirat. (Umar bin ‘Ubayd)
“Gunakah waktu luangmu sebelum
engkau sibuk., gunakan waktu sehatmu sebelum engkau sakit, gunakan waktu
hidupmu sebelum engkau mati. Dan hisab dirimu sebelum engkau dihisab.” (Umar
ibnul Khatab)
II. Menjaga
Ketepatan Waktu
“Ketepatan
waktu dalam kehidupan dan kerja Islam adalah sama pentingnya dengan menunaikan
kewajiban agama dan moral. Setiap Muslim perlu mengingat akan waktu, dan
menggunakannya secara bersungguh-sungguh. Apa pun aktifitas yang dijalankan,
Muslim mesti bersedia menepati waktu. Kehidupan ini bertujuan, dan manusia
bertanggung jawab untuk setiap waktu. Jadi selama ada waktu untuk aktifitas,
Anda perlu berada di situ bukan saja tepat pada waktu, tapi sebelum waktunya.
Kegagalan untuk memulai tanggung jawab tepat pada waktunya adalah kegagalan
dalam keislaman Anda, dalam iman Anda.” (Hisham Al-Talib)
“Seorang muslim yang terpercaya selalu menjaga waktunya dan waktu
saudaranya. Oleh karena itu, ia harus teliti akan janji, tidak mendahului atau
mengakhirkan waktu. Dia selalu memperhatikan janji pertemuannya sehingga tidak
menghambat yang lain. Berapa banyak kemaslahatan yang terbuang habis, berapa
banyak bahaya yang menimpa dikarenakan tidak disiplin dalam janji. Berapa
banyak pekerjaan yang sukses, dan berapa banyak kerusakan dapat dicegah jika
saja ada kedisiplinan dalam janji.” (Muhammad Abdul Halim Mahmud)
Keteladanan Hasan al-Banna : Ustadz Hasan Al Banna berjanji dengan sebagian anggota ikhwan, untuk
bertemu di sebuah kawasan taman. Seorang datang sebelum waktunya, lalu yang
lain datang tepat pada waktunya. Maka ia menjabat tangan pada ikhwan tersebut
sambil tersenyum, kecuali kepada yang datang terlebih dahulu. Ia menjabat
tangannya dengan cemberut sambil berkata, “Kamu sekalian betul, kecuali seorang
saudaramu.” Untuk diketahui, bahwa datang sebelum waktunya sama seperti datang
terlambat setelah waktunya, kedua-duanya tidak bisa diterima.
Keteladanan Hasan Hudaibi : Dalam pertemuan pertama Al Ustadz Hasan Hudaibi dengan ikhwannya
setelah pengangkatannya sebagai pimpinan Ikhwanul Muslimin, ia datang dalam
acara beberapa menit sebelum dimulai. Ia berdiri diam di depan pintu sehingga
jam tepat menunjukkan waktu untuk memulai acara. Ia pun masuk, lalu menyuruh
menutup pintu dan melarang masuk seorangpun setelah itu.
III. Tidak pernah menunda sampai esok
pekerjaan yang dapat dikerjakan hari ini
Jika Anda menangguhkan suatu pekerjaan, tugas Anda akan bertimbun.
Anda tidak tahu apakah yang akan terjadi pada esok hari. Adalah sesuatu yang
melegakan jika Anda memulai kerja hari ini tanpa ada pekerjaan kemarin yang
masih tertinggal. Latihan yang baik adalah melakukan tugas dengan serta merta
jika tugas itu hanya 5 menit atau kurang. Jika tugas itu lebih dari 5 menit,
jadwalkan menurut prioritasnya. Peraturan yang berharga ini jika dituruti dapat
menjadikan Anda orang yang hebat. Coba bayangkan Anda dapat melakukan dua belas
tugas dalam satu jam. Jika ada sepuluh orang seperti Anda dalam organisasi,
efektivitas tugas Anda sungguh menakjubkan. (Hisham Al-Talib)
IV. Mengurangi
kebiasaan membuang waktu
“Satu desah nafas kita saat menjalani waktu demi waktu, merupakan
langkah menuju kubur. Alangkah ruginya kita disaat menjalani sesuatu yang
berharga kemudian kita sia-siakan. Orang yang bodoh adalah jika diberikan modal
maka modalnya dihamburkan dengan sia-sia. Begitu juga kita jika sudah diberi
modal waktu, kemudian waktunya kita hambur-hamburkan maka kita termasuk orang
yang bodoh. (KH Abdullah Gymnastiar)
Beberapa kebiasaan membuang waktu : Obrolan sia-sia Acara televisi dan radio Keisengan dan kesenangan tiada arti Hobby tiada arti Lamunan sia-sia Hati yang busuk
V. Efektif dalam
memanfaatkan waktu
“Keunggulan sangat dekat dengan orang yang paling efektif dalam
memanfaatkan waktunya. Setiap detik adalah peluang bagi peningkatan kemampuan;
kemampuan keilmuan, kemampuan diri, kemampuan kelapangan dada, kemampuan
ibadah.” (KH Abdullah Gymnastiar)
Menyikapi waktu : “Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia
termasuk dalam orang-orang yang merugi” (H.R. Dailami)
|
Suatu aktifitas adalah penting jika kita menganggapnya berfaedah dan
menunjang misi, nilai-nilai dan sasaran-sasaran kehidupan kita yang
berprioritas tinggi. Suatu aktifitas adalah genting jika kita atau orang lain
merasa ia menuntut diberi perhatian segera.
Pemakaian terbaik dari waktu kita berfokus pada kuadran-kuadran yang
menekankan unsure “penting” (kuadran I dan II). Di antara dua kuadran ini,
fokus utama kita harus pada Kuadran II.
Manusia yang efektif :
Menghabiskan banyak waktu mereka di Kuadran II, mengembangkan
peluang-peluang serta memelihara sumberdaya yang ada
Mengantisipasi aktifitas-aktifitas Kuadran I dan mengalihkannya ke
Kuadran II
Mencegah atau bersiap-siap menghadapi aktifitas Kuadran I dan
karenanya mengurangi atau menghilangkan kegentingannya
Menentukan dan menghilangkan berbagai aktifitas yang tidak mendukung
perwujudan misi kita.
VI. Memanage waktu agar dapat
memenuhi hak kepada yang berhak
“Muslim adalah manusia sempurna yang memberikan seluruh hak kepada
yang berhak. Ia menunaikan kewajibannya secara total. Inilah salah satu sisi
dari ‘ubudiyah kepada Allah. Muslim adalah manusia yang tidak meninggalkan satu
pun kewajibannya. Manusia yang tidak ada yang menandingi keutuhan
kemanusiaannya.” (Sa’id Hawwa)
Maka penggunaan waktu bagi seorang Muslim akan ia kelola sedemikian
rupa guna memenuhi seluruh hak-hak tersebut. Secara lebih rinci, Sa’id Hawwa
menyebutkan bahwa kewajiban-kewajiban yang ada dalam diri kita meliputi
penunaian hak Allah, hak kedua orang tua, hak kaum kerabat, hak tetangga, hak
kerja, hak Muslim, hak nonmuslim, hak negara dan hak makhluk lain.
VII. Mengarahkan kerja dan kehidupan
pribadi agar lebih produktif
Kiat-kiat praktis untuk meningkatkan
produktifitas pemanfaatan waktu (versi
Abdullah Gymnastiar) :
- Biasakan tertib dan teratur :
- Tahu dan taat aturan
- Tertib mengambil dan menyimpan
- Selalu rapih dan bersih
- Segalanya mudah dikenal
- Lalu lintas lancar
- Selalu terencana
a. Harus ada target
b. Rencana cadangan
|
c. Disiplin
dalam rencana
d. Program
harus adil
|
- Biasa dengan data dan informasi akurat
- Selalu jelas dan akurat
- Bukan tahu tapi paham
- Sedia perlengkapan dan peralatan memadai
- Belilah sesuai kebutuhan dan kemampuan
- Awali tahu aturan pakai
- Pergunakan oleh ahlinya
- Ready to combat
- Siapkan cadangan
- Rawat berkala
- Biar cepat dan ringkas asal selamat
- Buatlah standar waktu
- Berlatih agar gesit dan tangkas
- Biasakan check and Re-check
- Buatlah check-list
- Re-check
Kiat-kiat praktis untuk meningkatkan
produktifitas pemanfaatan waktu (versi Hisham
Al-Talib):
- Rancang aktivitas harian Anda pada setiap pagi dengan mencatat
hal-hal yang akan dikerjakan, dan tandai dengan coretan kalau sudah
dikerjakan
- Jangan mengunjungi teman tanpa menelponnya terlebih dahulu
- Senantiasa membawa pensil dan kertas atau nota kecil dalam
kantong Anda sehingga Anda mampu mencatat rencana dan ide pada waktu yang
terluang
- Rancang waktu istirahat dan coba menyesuaikannya dengan waktu
shalat
- Manfaatkan waktu terluang dengan membaca, menghafal, atau
melakukan sesuatu yang konstruktif (membangun)
- Jika Anda mempunyai janji, pastikan kedua pihak mengerti
waktunya yang jelas
- Aturlah waktu perjalanan Anda sesuai dengan jarak yang akan
ditempuh, jatahkan untuk biaya yang tidak terduga agar Anda tiba ke tempat
tujuan pada waktu yang direncanakan
- Siapkan semua benda yang diperlukan sebelum melakukan suatu
pekerjaan
- Jauhi orang yang berpikiran dangkal dan tamak untuk mencuri
waktu Anda
- Jangan melakukan perjalanan sendiri, jika Anda dapat
menyelesaikannya dengan mengirimkan surat atau telepon
- Jika Anda membawa pesan dari seseorang atau berbelanja,
tuliskan semua barang, dan rencanakanlah perjalanan Anda dengan baik
supaya tidak menempuh jalan yang berjarak dua kali lipat, tetapi tempuhlah
jarak yang tersingkat
- Cobalah selalu berusaha lebih keras. Kita bisa meningkatkan
hasil antara 10 hingga 15 % dengan melakukan usaha sedikit lebih. Jika Anda
berencana untuk membaca sejumlah halaman tertenu atau bekerja hingga jam
tertentu, Anda bisa memaksa diri melakukan sesuatu lebih sedikit dari itu.
Kebiasaan ini dapat meningkatkan produksi dan membantu keberhasilan.
Karena tugas selalu lebih banyak dari waktu yang tersedia, kebiasaan ini
bisa membuat kita lebih produktif dan menguntungkan
Kita tidak harus menghindari beristirahat atau rekreasi. Yang kita
hindari adalah membuang waktu. Rekreasi itu sendiri berarti menciptakan
kembali. Salah satu tragedi terbesar dalam kehidupan modern ialah kehidupan
kita yang tergesa-gesa, kita sering membiarkan diri kita melesat terlalu jauh
dari rohani sehingga diragukan apakah keduanya dapat bertemu kembali di dunia.
Bayangkan bagaimana indahnya rohani kita berjalan seiring dengan jasmani.
Ambillah waktu sejenak untuk shalat, bertafakur, berfikir dan menguatkan
keimanan.
VIII. Membuat
penjadwalan waktu untuk menjaga amanah waktu Anda
“Adalah kurang berarti dengan hanya mempunyai cita-cita dan tujuan
dalam hidup tanpa disertakan penjadwalan waktu. Hanya dengan penjadwalan waktu
kita bisa maju ke depan untuk mencapai cita-cita dan tiba ke tempat tujuan.”
(Hisham Al-Talib)
IX. Kuesioner :
Menjadikan setiap Hari diperhitungkan
Menghadapi diri kita sendiri dan mengadakan penilaian tentang
pemakaian waktu kita memerlukan keberanian yang besar sekali.
- Bagaimana saya memboroskan waktu saya ? Apa yang dapat
dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pemborosan waktu dimasa mendatang
?
- Bagaimana saya memboroskan waktu orang-orang lain ? Waktu
siapakah yang saya boroskan ? Bagaimana saya dapat mencegah terjadinya hal
ini ?
- Kegiatan-kegiatan apakah yang kini saya lakukan yang dapat
dikurangi, dihilangkan atau diberikan untuk dikerjakan oleh orang lain ?
- Apakah yang dilakukan orang lain yang memboroskan waktu saya?
Apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau
menghilangkan kejadian-kejadian di masa mendatang? Bila demikian apakah
itu ?
- Apa saja yang telah saya lakukan secara mendesak tetapi tidak
penting artinya ?
(Mendesak : kelihatannya memerlukan
tindakan segera. Penting : Hal-hal yang mendukung cita-cita dan misi/visi kita)
- Apakah yang saya lakukan yang mempunyai arti penting dipandang
dari segi tujuan-tujuan saya?
- Apakah saya mempergunakan waktu saya untuk mengejar hal-hal
yang penting bagi diri saya? Bila tidak, mengapa? Bila ya, bagaimana?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut harus dapat
memberikan kepada anda banyak gagasan-gagasan yang akan memungkinkan anda dapat
mempergunakan waktu anda secara lebih baik lagi..